Tampilkan postingan dengan label Motivasi. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Motivasi. Tampilkan semua postingan

Jumat, 07 Mei 2010

Jangan Ada yang Miskin Di Atas Gundukan Gunung Emas

Jangan ada yang miskin di atas gundukan gunung emas. Kalimat ini kami cuplik dari percakapan ringan kami bersama salah satu staf ActionCoach di Jakarta beberapa waktu lalu. Percakapan itu bermula ketika kami mendiskusikan tentang geliat kewirausahaan di Indonesia yang semakin tumbuh subur, dan memberikan harapan untuk makmur sebagai bekal bangsa ini untuk sejahtera.

Kini geliat kewirausahaan tidak lagi didominasi suku tertentu, atau sekelompok orang tertentu, jaringan bisnis tertentu, atau keturunan trah tertentu, seperti yang terjadi di tahun 80an. Kewirausahaan telah menjadi gerakan nasional, dan menjadi pilihan yang tepat bagi bangsa ini untuk menuju bangsa yang sejahtera di masa mendatang.

Seperti yang diungkap teman saya tadi, kita masih terlena dengan banyaknya sumberdaya alam yang menjadi kekayaan bangsa kita, tetapi lupa memberdayakannya secara optimal. Sehingga, ibarat hidup, kita masih tergolong bangsa yang miskin, justru rumah kita berdiri di atas gundukan emas. Kita juga, bahkan, sering merasa kelaparan di lumbung padi yang berdiri di hamparan sawah yang luas. Sebuah paradoks yang sangat sulit bisa dimengerti oleh akal sehat.

Setelah diurai, ternyata kata kuncinya ada di kewirausahaan itu tadi. Semangat kewirausahaan (entrepreneurship spirit) bangsa kita tergolong jauh tertinggal dengan bangsa lain. Lemahnya jiwa kewirausahaan menjadikan bangsa ini tidak berkutik menciptakan nilai tambah dari kekayaan alam yang dimiliki. Alhasil bangsa lain lah yang menikmatinya. Lihat saja fenomenanya ! Lebih banyak mengekspor bahan baku mentah ke negara lain, malas menciptakan inovasi baru dan nilai tambah, serta sebagian besar kehidupan (masyarakatnya) sedang menuju kehidupan yang hedonisme.

Beruntung dalam lima tahun terakhir banyak momentum yang membuat kita sadar bahwa hanya bangsa yang memiliki kewirausahaan tinggi yang akan mampu mengantarkan rakyatnya menuju gerbang kesejahteraan.
Jepang, Korea, China sudah membuktikannya. Negara tetangga terdekat seperti Singapura, juga jadi contoh betapa jiwa kewirausahaan masyarakatnya begitu ditumbuhkan di negeri ini. Karena mereka sadar, tanpa kewirausahaan, sebagai negara, mereka akan mati.

Pertanyaannya, bekal apa yang harus ditumbuhkan agar kita menjadi bangsa yang berkewirausahaan tinggi? Ternyata jawabannya adalah : keberanian kita, bangsa ini, untuk menghasilkan manusia-manusia Indonesia yang berani dan tidak takut gagal. Takut gagal adalah sifat-sifat bangsa pecundang, dan kesuksesan hanya milik orang-orang yang berani.
Dalam berwirausaha, pendidikan bukanlah hal yang terpenting, tetapi diukur dari keberaniannya bersikap menghadapi segala risiko, jeli menangkap peluang, serta mampu menciptakan nilai tambah. Karena itu, sangat menggembirakan, kini banyak berdiri komunitas kewirausahaan, buku-buku, majalah, acara radio, siaran TV, hingga seminar dan workshop yang rutin diselenggarakan yang membahas kewirausahaan.

Sekolah-sekolah, pPerguruan tinggi akan ditinggalkan siswa dan mahasiswanya jika mengabaikan kewirausahaan sebagai roh yang harus diajarkan. Birokrasi yang tidak memiliki dan menjalankan prinsip-prinsip kewirausahaan, dianggap sebagai birokrasi yang usang, dan harus ditinggalkan.
Bangsa ini harus belajar tentang ketekunan, kesabaran, selalu berfikir optimistis, serta memiliki kemauan yang keras untuk sukses dan maju.

Apa jadinya bangsa ini jika mampu mempercepat menjadi bangsa yang memiliki sikap kewirausahaan yang tinggi? Lima tahun mendatang kita tidak lagi menjadi bangsa miskin, juga tidak ada kelaparan, juga bukan menjadi bangsa congek yang hanya dapat mengekspor TKI.

Anda, bersiaplah menjadi pewirausaha

LANGKAH AJAIB MENUJU SUKSES

Keberanian Menjalankan Langkah-Langkah Sukses
Setelah meresapi kaidah sukses, maka tahapan selanjutnya adalah anda harus menjalankan langkah- langkah sukses. Adapun langkah- langkah mencapai sukses yang harus di dijalankan adalah :
PIKIRKAN APA YANG BERANI ANDA IMPIKAN!
· Banyak orang ingin sukses, tetapi takut bermimpi, takut mempunyai cita-cita, takut menetapkan target, bahkan takut menetapkan tujuan. Apapun peranan dan posisi, anda harus berani bermimpi meraih puncak prestasi dan kesuksesan.
· Targetkan LULUS UNAS dengan Nilai Tinggi.
· Ingatlah, “Anda adalah apa yang anda pikirkan”.
LANGKAH 2
INGINKAN APA YANG BERANI ANDA PIKIRKAN!
· Jika anda berani berpikir, bahwa anda mampu meraih puncak prestasi dan kesuksesan; anda harus benar-benar menginginkannya. Jika tidak demikian, anda tidak akan mempunyai energi yang besar untuk meraih mimpi anda.
LANGKAH 3
PUTUSKAN APA YANG BERANI ANDA INGINKAN!
· Setelah anda sungguh-sungguh menginginkan apa yang berani anda pikirkan, buatlah keputusan yang pasti untuk meraihnya. Inilah titik tolak gerak anda menuju kepada tujuan yang sudah anda pikirkan.
LANGKAH 4
RENCANAKAN APA YANG BERANI ANDA PUTUSKAN!
· Jangan bertindak tanpa perencanaan, karena itu membuat anda tidak fokus. Bertindaklah sesuai dengan planning anda. Buatlah rencana sukses untuk jangka pendek, jangka menengah, jangka panjang; dan mulailah saat ini juga!
LANGKAH 5
LAKUKAN APA YANG BERANI ANDA RENCANAKAN!
· Orang sukses adalah orang yang berani menjalankan rencana suksesnya secara konsisten dan komitmen pantang menyerah. Tidak ada bisnis apapun itu yang selalu di atas, tanpa Tantangan dan hambatan. Berbekal perencanaan, orang dapat melangkah dengan fokus.
LANGKAH 6
YAKINI APA YANG BERANI ANDA LAKUKAN!
· Orang yang memiliki keyakinan kuat terhadap apa yang dilakukannya, pasti lebih besar kemungkinannya untuk berhasil, daripada orang yang tidak memiliki keyakinan. Jika anda meyakini sepenuh hati, bahwa menjalankan pekerjaan yang anda tekuni saat ini akan mengantarkan anda kepada keberhasilan, maka anda pasti sampai ke sana.
LANGKAH 7
PERJUANGKAN APA YANG BERANI ANDA YAKINI!
· Keyakinan saja tidak cukup! Anda harus berjuang sekuat tenaga untuk mencapai tujuan anda. Anda harus berjuang dengan berani tanpa pernah takut gagal, sampai titik darah penghabisan. Gunakan cara berpikir “serba mungkin” untuk menuju titik target yang telah anda tetapkan.
LANGKAH 8
SUKSESKAN APA YANG BERANI ANDA PERJUANGKAN!
· Jangan melangkah setengah-setengah. Jika anda meyakini dan berani berjuang dengan kesadaran anda; maka anda harus mampu menyukseskan langkah-langkah anda itu.
· Berusahalah untuk selalu sukses dalam setiap langkah tindakan anda, sekecil apapun itu.
LANGKAH 9
NIKMATI APA YANG BERANI ANDA SUKSESKAN!
· Setelah anda berhasil meraih target-target dan tujuan anda, nikmatilah hasilnya. Kalau di awal perjuangan anda berani bermimpi sukses luar biasa prima, maka anda pantas dan harus menikmati hasil perjuangan anda.
· Berikan “Reward” untuk diri anda karena keberhasilan anda.
LANGKAH 10
SADARI APA YANG BERANI ANDA NIKMATI!
· Orang sukses sejati memahami betul, bahwa tidak ada yang abadi di dunia ini. Sukses bisa bersifat sementara dan kadang orang harus berjuang dan berjuang lagi.
· Sukses sejati harus didukung oleh kepribadian dan sikap mental positif. Dan sukses sejati juga harus ditopang oleh kehidupan spiritual (keagamaan) yang sangat kokoh.
· Rayakan kesuksesan anda dengan penuh kesadaran, jangan berlebihan.Mr. Wuryanano menegaskan, apabila anda menjalankan semua langkah- langkah sukses tersebut, tidak akan pernah ada rasa pesimis dan keraguan bahwa anda adalah orang – orang yang akan mencapai kesuksesan terhadap semua hal yang telah anda yakini. SALAM LUAR BIASA PRIMA !.

Jalan Menuju Sukses

Jalan Menuju Sukses

sukses terdiri dari lima langkah berikut ini :
Mimpi


Dalam kehidupan kita, seringkali kita bertanya-tanya. Mengapa ada orang sukses dan ada yang tidak? Penyeledikan menunjukan bahwa orang yang sukses dan tidak, mempunyai sifat-sifat berbeda. Semua orang menginginkan untuk menjadi sukses. Oleh karena itu, kita hanya akan mempelajari sifat-sifat orang sukses. Pertam, mereka semua mempunya mimpi dan benar-benar percaya bahwa mimpi mereka pada akhirnya akan menjadi kenyataan. Kedua, mereka bekerja keras dan tidak berhenti. Dasar untuk menjadi orang sukses dalam kehidupan adalah tergantung pada mimpinya dan kesungguhan hati. Maka, berharaplah dari mimpi Anda dan jangan biarkan orang lain mengambilnya dari Anda.
Tujuan
Mimpi merupakan kemampuan unik yang dimiliki oleh manusia. Semakin besar suatu mimpi semakin jelas tujuannya. Mimpi merupakan suatu dorongan yang memotivasi kita supaya berhasil. Mimpi membentuk kita menetapkan tujuan menjadi lebih jelas dan menuntun kita untuk berhasil. Jangan biarkan orang lain mengambil mimpinya.
Rencana
Bagaimanapun juga, mimpi tetap menjadi mimpi tanpa ada tindakan. Bila kita memiliki suatu mimpi, kita harus mulai memikirkan suatu rencana untuk mewujudkannya. Kehidupan ini seperti perjalanan yang panjang. Jika kita tidak tahu kemana arah tujuan kita tidak akan berhasil dengan rencana yang telah anda tetapkan. Perincian suatu rencana adalah bagian yang penting dalam langkah kita untuk menuju sukses. Jangan biarkan orang lain mengambil mimpimu.
Tindakan
Tidak peduli seberapa besar mimpi Anda atau seberapa besar tujuan Anda dan seberapa terincinya rencana Anda. Semua itu akan hilang tanpa jejak jika Anda tidak melkukan suatu tindakan. Sistem sukses siap untuk membantu menyelesaikan dan semua tersetah pada Anda untuk memutuskan apakah Anda serius dalam meletakkan mimpi Anda kedalam suatu tindakan? Jangan biarkan orang lain mengambil mimpimu.
Keyakinan
Keyakinan menyolong tindakan kita dan memberikan kita keberanian untuk menghadapi tantangan. Dari kelima langkah ini, keyakinan adalah bagian yang tersulit dalam meraih sukses yaitu semakin besar keyakinan yang Anda miliki-anda akan memiliki keyakinan yang lebih bahwa anda dapat melakukannya !. Keempat langkah pertama memerlukan pikiran logika Anda. Tapi yang paling diperlukan untuk sukses adalah keyakinan.
Keyakinan merupakan suatu perasaan dan emosi yang tidak diprediksikan jika kita tidak memiliki gambaran yang jelas mengenai itu. Seperti halnya, mengapa kita dapat meraskan sesuatu hal yang tidak mudah untuk situasi tertentu namun kita merasakan sesuatu yang berbeda dalam situasi yang lain ?
Ini adalah sipat dasar manusia. Kita dapat bertahan dan menetapkan hati ketika kita memutuskan suatu persoalan dengan layak dan selama itu sesuatu yang pasti. Inilah yang disebut sebagian keyakinan. Ketika Anda percaya bahwa kemampuan sendiri, Anda akan mampu bekerja berdasarkan apa yang Anda percayai dan dapat menentukan nasib sendiri. Seperti yang dikatakan William Shakespeare, “Begitu banyak hal yang Indah dalam dunia ini yang dapat kita peroleh selama kita bersedia bekerja unutk mendapatkannya. Namun karena keraguan dan ketidaktahuan, kita telah kehilangan keberanian untuk mencoba dan kehilangan semua hal yang patut kita dapatkan.”
Anda tentunya akan termotivasi ketika berpikir bahwa sukses dalam bisnis dapat membawa keberhasilan Anda. Namun untuk meyakinkan bawha Anda dapat mewujudkan mimpi Anda menjadi kenyataan, Anda memerlukan keyakinan – keyakinan yang teguh dan kepercayaan akan semuanya bahwa anda dapat melakukannya. Maka pindahkan keyakinan Anda dalam tindakan dan mimpi Anda dalam kenyataan.
Kayakinan – Katalisator Untuk Sukses
“Orang yang sukses selalu berjalan dari rencana menuju tindakan dan didorong oleh keyakinan mereka yang besar”
Semua orang berharap menjadi sukses. Bahwa dikatakan, “dengan keyakinan dapat menggerakan gunung”. Maka untuk menjadi sukses, pertama kali yang Anda pikirkan adalah Anda bisa menjadi sukes. Keinginan yang besar untuk sukses akan membuat Anda berpikir terus menerus, denga cepat dan mencoba beberapa jalan untuk meraih sukses. Pada waktu yang sama, keyakinan Anda dapat mempengaruhi orang-orang sekeliling Anda dan mengembangkan kepercayaan diri Anda. Inilah jalan menuju sukses dimulai. Orang yang sukses selalu memiliki keyakinan yang besar untuk memenangkan apapun yang mereka hadapi. Ini merupakan salah satu sifat-sifat mereka.
Orang yang mengharapkan sedikit, selalu kelihatan terpenuhi apa yang mereka harapkan. Tetapi sesungguhnya, mereka tidak memikirkan ap yang mereka inginkan. Bagaimana mereka dapat meraih semuanya? Kita tidak seharusnya membiarkan hidup kita terbuang dengan cara seperti itu. Dorongan kekuatan yang paling besar didunia ini adalah dorongan untuk menentukan tujuan jangka panjang dan bekerja tanpa lelah untuk meraihnya. Inilah kekuatan yang dapat menggerakan gunung dan memenuhi air laut.
Tidak banyak perbedaan antara orang yang berpikir bahwa dia dapat melakukan dan apa yang dapat dia lakukan. Namun semuanya harus datang dari keyakinan Anda. Katakan pada diri Anda sendiri bahwa, saya dapat melakukannya !
Hari ini kita melakukan – apa yang orang lain tidak lakukan – Hari esok kita akan menerima – apa yang orang lain tidak terima

Tingkah Laku Menuju Sukses

Tingkah Laku
Menuju Sukses

Shiv Khera, seorang penulis buku You Can Win, menulis tentang suatu survei yang dilakukan terhadap eksekutif dari perusahaan-perusahaan besar di hampir seluruh dunia, dan pertanyaan yang diajukan sama, yaitu ”Jikalau Anda memiliki sebuah tongkat ajaib dan Anda mengetahui sesuatu yang dapat diubah yang dampaknya adalah dengan meningkatnya produktivitas dan laba, apakah itu?”
Jawabannya senada. Mereka semua mengatakan bahwa jikalau orang-orang memiliki sikap bertingkah laku yang lebih baik, mereka akan memiliki anggota tim yang lebih baik lagi, dan hal tersebut akan mengurangi hal-hal yang sia-sia, meningkatkan loyalitas, dan secara umum, membuat perusahaan tempat mereka bekerja menjadi tempat bekerja yang menyenangkan. Dengan kata lain, supaya sebuah perusahaan dapat berjalan dengan sukses, maka harus didukung dengan sumber daya manusia yang memadai yaitu orang-orang yang memiliki karakter, integritas, nilai hidup yang baik, dan tingkah laku yang positif (TQP – Total Quality People).

Edisi MANDIRI kali ini menyajikan artikel-artikel yang ditulis oleh mahasiswa program Magister Manajemen Unggulan Universitas Bina Nusantara sebagai salah satu tugas dalam mata kuliah People Skills. Ketrampilan ini (people skills) merupakan dua dari tiga kompetensi utama yang perlu dimiliki oleh seorang manajer, yaitu: intra-personal skills (self management) dan inter-personal skills (relationship, communication and networking), selain dari kemampuan analytical skills (hardskills dalam bidang manajemen seperti: marketing, finance, organization, information technology, dll).



Sebagai contoh, seseorang yang dipekerjakan untuk menjadi ‘bell boy’ diajarkan banyak hal yang berkaitan dengan memberikan pelayanan kepada para tamu yang datang, mulai dari membukakan pintu untuk para tamu sampai dengan bagaimana cara memberikan senyum yang tulus supaya menggambarkan keramahan yang ditawarkan di dalam hotel tersebut. Hal tersebut tentulah akan sangat sulit untuk dilakukan jikalau pelayan tersebut tidak melakukannya dengan ‘hati’-nya. Seseorang tidak dapat terus berpura-pura untuk tersenyum, bahkan senyum yang dipaksakan atau yang dibuat-buat sangatlah mengganggu.
Hal demikian dapat kita lihat contoh konkret nya pada ‘The Calgary Tower’ yang berdiri tegak dengan ketinggian 190,8 meter. Total bobot yang dimilikinya adalah 10.884 ton dengan 6.349 ton, ±60% dari total bobot, berada di dalam tanah. Hal tersebut menunjukkan bahwa gedung-gedung pencakar langit memerlukan pondasi yang kokoh. Hal serupa kita lihat dalam kesuksesan, dan pondasi dari sebuah kesuksesan adalah tingkah laku.

Faktor-faktor penentu tingkah laku
Perlu diketahui bahwa tingkah laku yang kita miliki sekarang bukanlah sesuatu yang sudah ada sejak kita lahir melainkan suatu hal yang terus berkembang seiring dengan berjalannya roda kehidupan kita masing-masing. Secara garis besar, ada tiga faktor yang menentukan tingkah laku seseorang.

Lingkungan
Yang disebut dengan lingkungan adalah mulai dari tempat tinggal kita (rumah), sekolah, kantor sebagai tempat kerja kita sehari-hari, media massa yang kita tonton/dengar/baca setiap hari, latar belakang kebudayaan, latar belakang agama, latar belakang tradisi, latar belakang kepercayaan, lingkungan sosial serta lingkungan politik.
Di dalam lingkungan yang positif, output yang dihasilkan dari performa seseorang akan meningkat, sebaliknya di dalam lingkungan yang negatif, performa yang pada dasarnya sudah baik justru akan menghasilkan output yang kian menurun.
Corak kebudayaan di setiap tempat selalu berawal dari kedudukan yang paling atas kemudian mempengaruhi kedudukan yang lebih rendah di bawahnya, tidak pernah sebaliknya. Sebagai contoh, bilamana pemerintahan suatu negara dilingkupi dengan atmosfer yang penuh dengan kecurangan/kelicikan maka secara umum Anda akan menemukan bahwa orang-orang yang berada di bawah pemerintahan tersebut juga memiliki karakter yang tidak jauh berbeda, demikian sebaliknya.

Pengalaman
Kebiasaan kita dalam bertingkah laku berubah seiring dengan pengalaman kita terhadap orang lain dan peristiwa yang terjadi di dalam hidup kita. Jika kita memiliki pengalaman yang positif dengan seseorang, maka secara natural kita akan bersikap positif pula terhadap orang tersebut, demikian juga sebaliknya.

Pendidikan
Pendidikan yang dimaksudkan di sini mencakup baik pendidikan formal maupun pendidikan informal, tidak sekedar jenjang akademik. Sering kali kita tidak menyadari bahwa kebutuhan kita terhadap informasi terpenuhi akan tetapi sangat kekurangan dalam hal pengetahuan dan kebijaksanaan. Pendidikan seharusnya tidak hanya mengajarkan kita bagaimana agar dapat tetap hidup tetapi juga bagaimana kita seharusnya menjalani hidup.
Keuntungan memiliki tingkah laku
yang positif
Hal ini sangatlah mudah untuk dilihat dan banyak sekali. Akan tetapi sesuatu yang mudah terlihat pada saat yang bersamaan menjadi sesuatu yang mudah terlewatkan. Beberapa di antaranya, yaitu:
meningkatkan produktivitas
mendorong kinerja tim
menyelesaikan masalah
meningkatkan kualitas
menghasilkan loyalitas
meningkatkan profit
mendorong terciptanya hubungan yang baik antara karyawan, atasan dan pelanggan
membantu seseorang untuk menjadi anggota sosial yang berkontribusi
membentuk karakter yang menyenangkan

Sebaliknya, dengan memiliki tingkah laku yang negatif, akan menjadikan kita sebagai batu sandungan bagi diri kita sendiri. Orang-orang dengan tingkah laku yang negatif akan menghadapi masa sulit dalam mempertahankan persahabatan, pekerjaan, pernikahan dan hubungan secara umum.

Langkah-langkah untuk membentuk
tingkah laku yang positif
Seperti kita ketahui bahwa tingkah laku seseorang terbentuk mulai pada saat dia lahir ke dalam dunia ini, kemudian terus berkembang seiring dengan berjalannya roda kehidupan seseorang, dan masa yang terbaik untuk membentuk karakter seseorang adalah pada masa pertumbuhan seseorang, mulai dari masih di dalam kandungan, masa balita, kemudian masa anak-anak, sampai seseorang beranjak dari remaja menjadi dewasa adalah masa yang tepat untuk membentuk karakter seseorang.
Bagaimanakah cara membentuk dan mempertahankan tingkah laku yang positif? Hal yang pertama adalah kepekaan terhadap hal-hal mendasar yang dapat membentuk tingkah laku yang positif, kemudian seseorang juga harus memiliki keinginan untuk menjadi seseorang yang positif, dan meningkatkan disiplin dan dedikasi untuk mempraktekkan hal-hal tersebut di dalam kehidupan sehari-hari.
Adapun langkah-langkah yang dapat dilakukan seseorang demi membentuk tingkah laku yang positif antara lain:

Ubah fokus, lihatlah segi positifnya
Kita harus menjadi seorang pencari yang baik. Kita harus fokus terhadap hal-hal yang positif di dalam hidup kita. Mulailah dengan melihat seseorang akan hal-hal yang baik, daripada mencari-cari kekurangan atau kesalahan yang terdapat pada orang tersebut.
Contoh sederhana adalah seorang yang memiliki mata pencaharian sebagai seorang penambang emas. Ketika orang tersebut ingin mengambil, katakanlah satu ons emas, penambang tersebut harus terlebih dahulu mengangkat/menyingkirkan batu-batu, kerikil, dan debu yang banyaknya 50, 100 atau bahkan 1000 kali lebih banyak dari emas yang dicari tersebut.
Akan tetapi ketika penambang tersebut melakukan pekerjaannya tersebut, apakah dia memberikan fokusnya terhadap debu-debu atau batu-batu yang disingkirkan? Tentu saja tidak, kalau dia benar melakukan hal tersebut tentunya dia tidak akan pernah menjadi seorang penambang emas yang baik, malahan dia akan terus dibebani tekanan karena ketidakberhasilannya itu.

Mulailah sebuah kebiasaan untuk melakukannya sekarang juga
Sering kali kita melakukan penundaan terhadap hal-hal yang ada di dalam hidup kita, dan sering kali pula ketika kita mengetahui bahwa kita telah melakukan penundaan, hal tersebut malahan akan menyebabkan penyesalan di dalam diri kita masing-masing. Melakukan penundaan adalah hal yang buruk untuk dilakukan. Kebiasaan melakukan penundaan akan lebih melelahkan kita dibandingkan usaha yang diperlukan untuk menyelesaikannya.
Sebuah tugas atau pekerjaan yang terselesaikan adalah sesuatu hal yang memuaskan dan membuat kita bersemangat, sebaliknya sebuah tugas yang tak terselesaikan sangatlah memboroskan tenaga layaknya seperti kebocoran.
Benjamin Franklin mengatakan ”Never leave till tomorrow which you can do today”. Dengan kata lain, janganlah kita menunda segala sesuatu hal yang dapat diselesaikan hari ini juga, karena hal tersebut pada akhirnya akan menyebabkan kita menyesal. Jika Anda ingin membentuk serta mempertahankan tingkah laku yang positif, Anda harus membiasakannya mulai dari sekarang dan saat ini juga.

Bangun sebuah sikap mensyukuri
Ketika seseorang yang oleh sebab kecelakaan atau pun penyakit yang dideritanya, orang tersebut mengalami kebutaan atau kelumpuhan bagian tubuh, tetapi pada akhirnya memenangkan sebuah hadiah yang nilainya ratusan juta rupiah. Berapa banyak dari kita yang ingin bertukar tempat dengannya? Tidak banyak. Mengapa? Karena kita terlalu sibuk untuk memperhatikan hal-hal yang tidak kita miliki seperti kehilangan penglihatan atau hal-hal lainnya.
Perhatikanlah kebaikan-kebaikan yang ada di dalam diri Anda, bukan masalah-masalah Anda atau pun kekurangan-kekurangan Anda.

Lakukanlah kegiatan belajar yang
berkelanjutan
Apakah kita benar-benar mendapat pendidikan di bangku-bangku sekolah dan perguruan-perguruan tinggi? Mungkin sebagian akan menjawab ya, akan tetapi lebih banyak lagi yang akan menjawab tidak. Bukan berarti bahwa kita tidak memerlukan hal-hal yang dapat kita peroleh dari bangku sekolah, katakanlah informasi, pengetahuan, dan lain-lain. Akan tetapi kita perlu mengetahui hal yang sebenarnya dari sebuah pendidikan.
Bagaimana caranya? Dengan melakukan kegiatan belajar secara kontinu terus-menerus baik itu dengan membaca buku, membaca sumber-sumber informasi lain seperti media cetak dan elektronik, serta menghadiri seminar-seminar untuk lebih melengkapi pengetahuan kita. Dan akan lebih baik lagi bilamana kitalah yang mengadakan seminar-seminar tersebut. Sebab dalam hal belajar dan mengajar, sebenarnya keuntungan yang lebih besar terdapat di dalam diri sang pengajar. Karena dengan melakukan hal tersebut, dia sedang melatih dirinya sendiri tentang seuatu subjek (latihan secara terus- menerus akan menuju kesempurnaan).
Seseorang bisa dan mungkin menjadi sukses dengan atau tanpa pendidikan formal jika memiliki hal-hal berikut ini; karakter, komitmen, itikad, sopan-santun, keberanian dan semangat.

Membentuk self-esteem yang positif
Apakah self-esteem tersebut? Self-esteem adalah bagaimana perasaan kita terhadap diri kita sendiri. Ketika kita sendiri merasa bahwa diri kita itu adalah baik, maka performa kita akan meningkat seiring dengannya.
Bagaimana kita membentuk hal tersebut? Cara yang paling cepat dalam melakukan hal tersebut adalah dengan melakukan sesuatu kepada seseorang yang tidak dapat dibalas dengan uang atau pun sejenisnya. Sebab di dalam dunia ini, manusia dapat dikategorikan menjadi dua kategori besar, yaitu sang penerima dan sang pemberi. Sang penerima dapat makan dengan nyaman, akan tetapi sang pemberi dapat tidur dengan nyaman. Pemberi mempunyai self-esteem yang tinggi, sikap yang positif dan mereka melayani masyarakat.

Jauhi pengaruh buruk
Ada beberapa hal-hal yang harus kita hindari di dalam hidup kita ini, supaya kita tidak ikut tersejerumus ke dalamnya.
Hal pertama yang harus kita hindari adalah orang-orang yang negatif. Tahukah Anda bahwa di dalam ilmu beladiri, Anda akan diajarkan untuk menghindari sebuah serangan. Jadi daripada Anda melakukan pertahanan (blocking), Anda akan dianjurkan untuk melakukan langkah menghindari. Mengapa? Karena untuk melakukan blocking Anda memerlukan tenaga. Jadi daripada menghabiskan tenaga untuk melawan lebih baik Anda menghindar. Sama halnya dengan ilmu bela diri tersebut, ketika Anda meladeni orang-orang yang ingin mencelakakan Anda atau ingin memberikan pengaruh negatif terhadap Anda, Anda harus menghindar. Tetapi untuk melakukan hal tersebut, hal yang harus Anda lakukan terlebih dahulu adalah menyadarinya.
Jangan biarkan orang-orang yang negatif menjerumuskan Anda. Ingatlah bahwa karakter seseorang tidak hanya dinilai oleh tempat dia bekerja atau pun tempat-tempat yang sering dikunjunginya tetapi juga tempat-tempat yang tidak ia kunjungi.
Hal lainnya adalah merokok, obat-obat keras dan alkohol, hal-hal ini sangatlah menjerumuskan kita. Seperti kita ketahui bahwa hal seperti meminum minuman keras menjadi suatu hal yang umum di mata masyarakat, mereka melakukannya untuk merayakan sesuatu, atau sekadar menemani teman, atau untuk menyenangkan hati bos ketika sedang menemaninya minum atau pun hanya untuk menghilangkan stress, ketahuilah bahwa hal tersebut dapat membawa kita ke dalam masalah-masalah baru yang tidak kita kehendaki dan akan makin menjerumuskan kita bila kita segera menyadarinya dan menghentikannya.
Berikutnya adalah pornografi, tahukan Anda bahwa sebagian besar penyebab kasus pemerkosaan yang terjadi dewasa ini disebabkan karena sang pelaku telah mengonsumsi hal-hal yang berbau pornografi sebelum dia melakukan tindak kejahatan tersebut.
Tontonan negatif. Contohnya adalah film-film yang sekarang beredar penuh dengan warna kekerasan, kejahatan, kriminalitas dan segala sesuatu yang berbau negatif. Hal ini akan membahayakan terutama bagi anak-anak karena pada masa mudalah seseorang itu justru lebih mudah terpengaruh.
Hal lainnya adalah musik keras. Tahukan anda bahwa musik-musik keras yang kita dengar serta tontonan yang kita lihat secara tidak sadar akan mempengaruhi kita. Sebuah tes musik pernah dilakukan terhadap dua buah tanaman, yang satu didekatkan dengan radio yang memutar musik-musik keras, sedangkan yang lainnya didekatkan dengan musik yang memutar musik-musik klasik. Hasilnya? Tumbuhan yang pertama layu keesokan harinya, sedangkan yang lainnya tetap segar dan bahkan lebih segar. Menarik bukan?

Mulailah untuk menyukai hal-hal yang kita perlukan
Ada hal-hal yang perlu kita lakukan meskipun kita tidak menghendakinya, Contohnya seorang ibu yang harus menjagai anak-anaknya. Hal tersebut bukanlah permainan dan mungkin bahkan menyakitkan atau melelahkan. Akan tetapi jika kita belajar untuk menyukainya, hal yang tidak mungkin dapat menjadi hal yang mungkin.

Mulailah hari Anda dengan sesuatu
yang positif
Membaca atau mendengar sesuatu yang positif di pagi hari akan melatih kita untuk merespon terhadap hal-hal yang positif di dalam hidup kita. Dan apabila kita melakukan dengan telaten, maka hal tersebut akan menjadi sebuah kebiasaan yang pada akhirnya memberikan efek yang positif bagi diri kita sendiri.
Akhir kata, mulailah untuk membuat daftar hal-hal yang ingin kita ubah di dalam diri kita. Kemudian buatlah pula daftar keuntungan-keuntungan atau segi positif dari perubahan tersebut. Pada akhirnya, buatlah skema waktu dan yakinkan diri Anda untuk menjalankannya. Dan cobalah untuk memulai dari lingkungan sekitar Anda, seperti rumah, kantor dan lingkungan sosial Anda.

Jangan Menyerah, Jangan Putus Asa.

Alkisah, tersebutlah seorang pria yang putus asa dan ingin meninggalkan segalanya. Meninggalkan pekerjaan, hubungan, dan berhenti hidup. Ia lalu pergi ke hutan untuk bicara yang terakhir kalinya dengan
Tuhan Sang Maha Pencipta.

“Tuhan,” katanya. “Apakah Tuhan bisa memberi saya satu alasan yang baik untuk jangan berhenti hidup dan menyerah ?” Jawaban Tuhan sangat mengejutkan.
“Coba lihat ke sekitarmu. Apakah kamu melihat pakis dan bambu ?”.
“Ya,” jawab pria itu.
“Ketika menanam benih pakis dan benih bambu, Aku merawat keduanya secara sangat baik. Aku memberi keduanya cahaya. Memberikan air. Pakis tumbuh cepat di bumi. Daunnya yang hijau segar menutupi permukaan tanah hutan. Sementara itu, benih bambu tidak menghasilkan apapun. Tapi Aku tidak menyerah.
“Pada tahun kedua, pakis tumbuh makin subur dan banyak, tapi belum ada juga yang muncul dari benih bambu. Tapi Aku tidak menyerah.”
“Di tahun ketiga, benih bambu belum juga memunculkan sesuatu. Tapi Aku tidak menyerah. Di tahun ke-4, masih juga belum ada apapun dari benih bambu. Aku tidak menyerah,” kataNya.
“Di tahun kelima, muncul sebuah tunas kecil. Dibanding dengan pohon pakis, tunas itu tampak kecil dan tidak bermakna. Tapi 6 bulan kemudian, bambu itu menjulang sampai 100 kaki. Untuk menumbuhkan akar itu perlu waktu 5 tahun. Akar ini membuat bambu kuat dan memberi apa yang diperlukan bambu untuk bertahan hidup. Aku tak akan memberi ujian yang tak sangup diatasi ciptaan-Ku, “kata Tuhan kepada pria itu.
“Tahukah kamu, anak-Ku, di saat menghadapi semua kesulitan dan perjuangan berat ini, kamu sebenarnya menumbuhkan akar-akar?”
“Aku tidak meninggalkan bambu itu. Aku juga tak akan meninggalkanmu.”
“Jangan membandingkan diri sendiri dengan orang lain,” kata Tuhan.
“Bambu mempunyai tujuan yang beda dengan pakis. Tapi keduanya membuat hutan menjadi indah.”

“Waktumu akan datang. Kamu akan menanjak dan menjulang tinggi.”
“Saya akan menjulang setinggi apa ?” tanya pria itu.
“Setinggi apa pohon bambu bisa menjulang?” tanya Tuhan
“Setinggi yang bisa dicapainya,” jawab pria itu.
“Ya, benar! Agungkan dan muliakan nama-Ku dengan menjadi yang terbaik, meraih yang tertinggi sesuai kemampuanmu,” kata Tuhan.
Pria itu lalu meninggalkan hutan dan mengisahkan pengalaman hidup yang berharga ini.
Moral Cerita:
  • Tuhan mempunyai rencana yang beda untuk masing-masing ciptaan-Nya. Bicara kepada Tuhan dan biarkan Tuhan membantu kita menyadari tujuan itu.
  • Jangan pernah menyesali satu hari pun dari hidup Anda.
  • Hari baik memberikan kebahagian, hari buruk memberikan pengalaman. Keduanya sangat penting untuk hidup.
  • Semua orang pernah mengalami saat-satt ingin menyerah. Jika menghadapi kesulitan atau hambatan dalam hidup, selalu ingat, kita perlu menumbuhkan akar.
  • Tuhan tidak menjanjikan hidup tanpa kesulitan, tawa tanpa kesedihan, matahari tanpa hujan. Tapi Dia menjanjikan kekuatan,hiburan untuk kesedihan dan cahaya untuk menerangi jalan.

5 Langkah Sukses Berkomunikasi

Komunikasi bukan hanya dikuasai oleh orang-orang ilmu sosial, tetapi komunikasi adalah ilmu yang harus dikuasai oleh seluruh manusia. Bagi orang statistika, menguasai ilmu komunikasi sangat diperlukan. Statistika adalah ilmu yang identik dengan sesuatu yang diduga atau diramalkan, ini yang sering tidak dimengerti oleh orang awam. Sebagai statistisi mempunyai tanggung jawab untuk menerapkan ilmu maupun mengajarkan ilmu kepada orang lain. Apalagi saat ini banyak statistik-statistik yang mulai merambah ke media cetak. Merupakan tantangan bagi statistisi untuk bisa menjelaskan statistik-statistik tersebut dengan bahasa yang dimengerti oleh orang awam.
Dari obrolan di milis statistika IPB, ada 5 langkah supaya kita bisa mengkomunikasikan statistika dengan sukses kepada orang lain.
1. Pahami betul statistika yang akan kita paparkan.
Sepertinya ini adalah langkah yang penting dalam mengkomunikasikan statistika di depan orang. Pahami betul konsep statistika yang akan dipaparkan, sehingga dengan paham akan memberikan kepercayaan diri untuk memaparkan statistika ke orang lain.
2. Cari informasi seputar bidang orang-orang yang akan kita ajak berkomunikasi
Cobalah mengenal dunia, istilah, dan jargon-jargon yang sering digunakan oleh lawan bicara kita akan sangat membantu. Tidak perlu detail tetapi cukup untuk membuat lawan bicara nyambung dengan informasi yang kita berikan. Juga akan mempermudah kita memberikan ilustrasi yang relevan. Jadi ada baiknya kita juga membaca artikel umum dari berbagai bidang. Salah satu langkah adalah dengan memperluas pergaulan, mengajak teman dari bidang lain untuk diskusi juga akan menambah informasi atau pengetahuan bidang lain.
3. Banyak latihan & mencoba
Ini memang klise tetapi wajib hukumnya. Kesempatan pertama mungkin kurang sukses, tetapi kalau kita lakukan kembali berulang-ulang (tentunya dengan usaha memperbaiki kekurangan), insya Allah akan banyak hasilnya.
4. Ciptakan komunikasi dua arah.
Jangan sampai kita terlalu asyik berbicara sehingga lupa dengan orang yang diajak bicara. Kalau perlu setiap selesai satu kalimat, tanyakan apakah penjelasan kita dapat dimengerti. Secara moril, memberikan kesempatan bicara kepada lawan bicara seperti halnya kita berikan kehormatan kepada mereka. Anda harus berusaha untuk mendengarkan lawan bicara dengan baik. Sering terjadi kita merasa paling mengerti, lupa membawa dirinya pada level pengertian lawan bicaranya. Hal ini sangat berbahaya, lawan bicara kita akan malas untuk membawa ke level-nya sehingga komunikasi tidak jalan sebagaimana mustinya.
5. Baca-baca buku komunikasi
Ini adalah tahapan belajar secara otodidak, belajar kepada orang-orang yang sudah berpengalaman dalam komunikasi.
Kelima langkah tersebut mungkin belum lengkap, mungkin ada pembaca ingin menambahkan trik dalam berkomunikasi ala statistikawan ini? Saya sangat mengharapkannya.

Jika ingin copy artikel blog ini silahkan kirim pesan di FB " http://adf.ly/3Bcf8 "

[tt]


[/tt]

Translate

Komentar FB

Blogspot Akhmad andryan

Daftar Isi

Daftar isi Blog


ShoutMix chat widget

Daftar isi Blog

Label Cloud

Search File Download

Askep DOwlonad

Converter Pdf - Word Online

Gcash_Hack gemscool